Biaya Lingkungan pada Limbah Kemasan Makanan
DOI:
https://doi.org/10.58468/socircle.v4i3.42Keywords:
Biaya lingkungan, sampah, UKM, environmental cost, waste, SMEsAbstract
Isu sampah merupakan isu yang sering diabaikan oleh produsen saat melakukan produksi, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM). Pengabaian tersebut menyebabkan sampah menjadi produk akhir yang tidak direncanakan dan berakhir menumpuk pada tempat pembuangan akhir. UKM kuliner sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perekonomian juga berkontribusi terhadap penumpukan sampah. Guna meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari kemasan makanan maka dijalankan sosialisasi terkait isu sampah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berhasil meingkatkan kesadaran peserta yang diukur berdasarkan perbandingan antara nilai pada tahap pra edukasi dan tahap paska edukasi. Implikasi dari peningkatan kesadaran tersebut akan membuat para UKM akan mempertimbangkan isu kemasan dalam proses produksi.
Abstract
Waste management is often neglected by producers, including Small and Medium Enterprises (SMEs), during the production stage. This lack of initial consideration means waste is an unplanned final product of the design process, inevitably leading to its accumulation in landfills. SMEs in the food and beverages (F&B) sector, while significant economic contributors, are also major contributors to this waste problem. To address this, a workshop was held to enhance awareness among F&B SMEs regarding effective waste practices. The workshop successfully raised participant awareness, as evidenced by significantly improved scores in post-test assessments compared to pre-tests. A key implication of this increased awareness is the expectation that F&B SMEs will now prioritize and consider sustainable packaging options during their product design and production processes.








